Quote of the book 'Paulo Coelho, The Alchemist' (Part 1)
Kutipan-kutipan
Quotes dari buku penulis ternama ‘Paulo Coelho’ dalam bukunya yang berjudul
‘The Alchemist’
Dalam postingan kali ini, saya akan mereview kutipan-kutipan super dari isi
buku Paulo dalam bukunya The Alchemist.
Saya teramat sangat suka dengan buku yang satu ini, sampai akhirnya saya sudah mengulang membaca buku ini untuk yang ke 4 kalinya.
Kata-kata
dan cerita dibuku ini disampaikan dalam bahasa yang sederhana dan juga mudah
dimengerti, jadi lebih enak dan gampang untuk saya pribadi mengerti maksut dari buku ini.
Kenapa saya berkata demikian ? karena bagi saya, tidak semua karya Paulo ini mudah dimengerti
oleh pembacanya.
Seperti halnya saya, dirumah saya memang baru mempunya 2 buku Paulo. The Alchemist & Aleph. Tapi dari kedua buku ini, saya lebih
klop dan mengerti maksut dari buku The Alchemist.
untuk Aleph,
dari awal beli sampai sekarang saya masih mencoba untuk menamatkan cerita di buku ini
tapi sampai sekarang saya masih belum bisa.
Gaya
bahasa dan penyampaian kata-kata di buku Aleph ini (menurut saya) sangat sulit
untuk dipahami. makanya, sampai sekarang pun saya masih suka frustasi kalau melanjutkan membaca buku ini kembali.
Baiklah,
engga banyak intro yang mau saya mulai. Jadi langsung aja kita mulai yaa J
...
“kita
harus siap menghadapi perubahan”
Halaman 13.
“yang
membuat hidup ini meanarik adalah kemungkinan untuk mewujudkan impian menjadi
kenyataan”
Halaman 17.
“mimpi-mimpi
adalah bahasa Tuhan”
Halaman 19.
“dalam
hidup ini, justru hal-hal sederhanalah yang paling luar biasa. Hanya
orang-orang bijak yang dapat memahaminya”
Halaman
22.
“kalau
kita bergaul dengan orang yang sama setiap hari, pada akhirnya kita menjadi
bagian dari hidup orang itu”
Halaman
23.
“orang
tampaknya selalu merasa lebih tahu, bagaimana orang lain seharusnya menjalani
hidup, tapi mereka tidak tahu bagaimana seharusnya menjalani hidup sendiri”
Halaman
23.
“ketidakmampuan
orang memilih takdir mereka sendiri, pada akhirnya orang percaya akan dusta
terbesar didunia”
“apa
gerangan dusta terbesar itu ?”
“dusta
terbesar itu adalah, bahwa pada satu titik dalam hidup kita, kita kehilangan
kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita jadi dikendalikan oleh
nasib”
Halaman
26.
“takdir
adalah apa yang ingin kau capai. Semua orang, ketika masih muda, tahu takdir
mereka”
Halaman
30.
“mereka
tidak takut bermimpi, mendambakan segala yang mereka inginkan terwujud dalam
hidup mereka. Tapi dengan berlalunya waktu, ada daya misterius yang mulai
meyakinkan mereka bahwa mustahil mereka bisa mewujudkan takdir itu”
“apa
daya misterius itu ?”
“daya
ini adalah kekuatan yang kelihatannya negatif, tapi sebenarnya menunjukkan
padamu cara mewujudkan takdirmu”
Halaman
30.
“dan
saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk
membantu mu meraihnya”
Halaman
31.
“orang
bisa melaksanakan impiannya kapan saja”
Halaman
31.
“kalau
kau memulai dengan menjanjikan sesuatu yang belum kau miliki, kau akan
kehilangan hasratmu untuk berusaha memperolehnya”
Halaman
34.
“kadang
lebih baik membiarkan segala sesuatu apa adanya”
Halaman
35.
“dia
harus memilih antara cara hidup yang telah begitu dikenalnya dan sesuatu yang
ingin dimilikinya”
Halaman
37.
“kalau
setiap hari terasa sama saja, itu karena orang-orang tidak menyadari hal-hal
indah yang terjadi dalam hidup mereka setiap hari, seiring terbitnya matahari”
Halaman
37.
“diapun
sebebas angin. Tak ada yang menahannya, kecuali dirinya sendiri”
Halaman
38.
“orang
yang baru pertama kali bermain kartu hampir selalu menang. Keberuntungan
pemula”
“kenapa
begitu ?”
“sebab
ada daya yang menghendaki engkau mewujudkan takdirmu, kau dibiarkan mencicipi
sukses, untuk menambah semangatmu”
Halaman
39.
“tuhan
telah menyiapkan jalan yang mesti dilalui masing-masing orang. Kau tinggal
membaca pertanda-pertanda yang ditinggalkanNya untukmu”
Halaman
39-40.
“rahasia
kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan didunia ini, tanpa
pernah melupakan tetes-tetes air disendokmu”
Halaman
43.
...
Itulah, sebagian isi dari buku The Alchemist Paulo Coelho.
Kenapa saya hanya memposting sebagian halamannya saja ? karena, saya tidak ingin pembaca merasa bosan dengan postingan yang terlalu panjang.
Jadi, nantinya akan saya posting kembali lanjutan dari halaman berikutnya.
Semoga postingan ini bermanfaat bagi kita semua dan selamat menuggu postingan selanjutnya :))
Komentar